Laman

Minggu, 13 Desember 2015

Uniknya Suku Lio




Kabupaten Ende, Flores, NTT memiliki dua suku besar yaitu Suku Lio dan Suku Ende. Suku Lio merupakan suku yang menempati daerah pegunungan wilayah utara Kabupaten Ende. Suku ini mendapat pengaruh ajaran Kristen Katolik yang disebarkan oleh para Misionaris asal Belanda. Sedangkan Suku Ende merupakan suku yang menempati daerah pesisir wilayah selatan Kabupaten Ende. Suku ini mendapat pengaruh ajaran Islam Makassar.
Suku Lio adalah suku yang sangat menghargai nenek moyang mereka. Suku ini mempunyai ritual khusus kepada nenek moyang mereka sebagai tanda penghormatan. Sebelum mengadakan acara keluarga seperti perayaan ulang tahun, menyambut hari natal, dll. Mereka biasanya melakukan ritual khusus dan memberikan sesajen sebelum melaksanakan acara tersebut. Ritual itu dikenal dengan nama Pati Ka Embu Mamo (memberi makan leluhur) dalam Bahasa Lio.
Sejajen itu terdiri dari lauk-pauk, nasi, dan minuman yang diletakkan di atas meja. Jika ada, di atas meja tersebut disertakan foto nenek moyang yang akan diberi sesajen.
Ritual tersebut memiliki pantangan khusus yaitu sesajen yang disediakan tidak boleh dimakan terlebih dahulu. Sesajen tersebut boleh hanya disantap bersama setelah ritual digelar. 
Sesajen berupa makanan dan minuman tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki atau umur yang panjang bagi siapa saja yang menyantapnya. (FNF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar